Showing posts with label cat miow miow. Show all posts
Showing posts with label cat miow miow. Show all posts

Friday, 20 January 2012

Trauma saya tentang pusat asuhan kanak-kanak

Padanlah hari ni saya rasa syahdu sangat. Sebak je rasa dalam hati. Pertama sekali pagi-pagi dalam hujan lebat, baru je nak drive, on radio dapat berita dua orang baby meninggal tersedak susu di nurseri yang sama dan yang keduanya masuk je office dapat tahu one of my blogger's cat mati sebab accident *RIP Shark*

Ehsan: Metro Online

Okay, cerita-cerita tentang berkaitan dengan anak and mostly baby ni memang akan buat saya tersentuh. Ya lah, saya ni ada anak-anak kecil di rumah, Jasmin baru 3 tahun and even my Adam pun baru 6 bulan. Bila jadi perkara macam ni kat orang lain, memang secara tak langsung, akan timbul perasaan dan pertanyaan "apa perasaan saya jika perkara sama berlaku pada saya?".

Memang hidup mati jodoh pertemuan semuanya ketentuan Allah, saya perlu redha dengan Qada' dan Qadar-Nya. Tapi hakikatnya bagi saya, saya akan jadi sebak sebab perkara macam ni adalah realiti dan benda itu memang berlaku dan apa akan jadi pada saya jika saya menerima takdir yang sama? Nauzubillah... jauhkanlah aku dan anak-anakku dari kesedihan dan kecelakaan, berilah kami perlindungan dan keselamatan.

Awal-awal dulu, masa Jasmin baru 4/5 bulan, saya di offer bekerja, dan pada awalnya memang lah bercadang nak di hantar ke pusat asuhan dan kami tahu kami mampu dan kami di reccomend dengan individu yang boleh menjaga Jasmin. Pada dasarnya hati saya agak berat untuk memberi kepercayaan kepada orang yang langsung tak pernah saya kenali untuk menjaga Jasmin, lebih-lebih lagi orang itu hanyalah orang perseorangan dan bukannya taska berdaftar. Saya tak tahu kenapa lepas bertemu dengan baby sitter tu, hati jadi saya jadi berat. Risau; mampukah untuk dia menjaga Jasmin sedangkan dia juga mempunyai seorang anak yang masih kecil dan beberapa anak yang masih bersekolah. Sejauh mana dia mampu beri tumpuan pada Jasmin especially bila dia menyusu?

Akhirnya, ibu bapa saya sarankan agar Jasmin dihantar ke rumah mereka. Mereka seikhlas hati nak menjaga Jasmin. Bagi mereka, keselamatan Jasmin lebih terjaga. Saya tahu dari pandangan orang luar akan kata, kenapa perlu saya menyusahkan ibu bapa sedangkan kita mampu nak hantar ke pusat jagaan anak-anak. Bagi saya, semua orang ada pandangan berbeza-beza, kena hormat pendirian masing-masing but the point is saya yang perlu buat keputusan dan bukan ikut keputusan yang di buat oleh orang lain. 

Ibu bapa saya sangat rasional. Mereka tahu berurusan dengan siapa dan mereka tahu cara mana untuk berurusan lebih-lebih lagi dengan anak-anak dan cucu-cucu. Saya tahu mereka tak pernah berkira, mereka tahu cucu-cucu mereka adalah darah daging mereka sendiri.

Alhamdulillah, ibu bapa saya masih lagi dikurniakan dengan kesihatan dan kekuatan yang mampu untuk mereka mejaga Jasmin. Bagi mereka, Jasmin adalah penghibur hari-hari mereka. Bagi bapa saya, selepas retirement, inilah masa untuk dia bersama-sama menghabiskan waktu dengan anak cucunya selepas berpuluh tahun bertugas dengan PDRM.
 
Perkara biasa, bila kita hantar anak-anak ke rumah ibu bapa kita, perangai manja, perangai mengada-ngada tu akan terlebih-lebih. *Even saya masa kecik-kecik dulu pun tak pernah se-close macamana Jasmin dengan atok dia sekarang* Bila saya marah Jasmin, Jasmin akan mengadu dan carik nenek dan atok dia dahulu. Tak pasal-pasal, kita pulak yang di marah dengan mak ayah kita. Perangai Jasmin, lepas kena marah, Jasmin will automatically akan cakap "....nak balik rumah nenek..." and the latest one Jasmin cakap dengan Razi yang ".......Jasmin nak "tanya" ngan Atok, ibu cubit Jasmin..." Ohhhh my Jasmin!

And even my counselor pun advise me to send my kids to my parent's house sebab dia juga hantar anak-anaknya ke rumah orang tuanya. Dia juga takut dengan isu yang sebegini dan dia ambil langkah berjaga-jaga kerana dia juga tak mahu perkara yang sama menimpa anak-anaknya. Bagi dia suami isteri perlu lebih positif, terbuka dan rasional. Lainlah kalau mak ayah kita dah tua sakit bongkok tapi masih lagi nak hantar anak-anak ke rumah mereka, itu mencari nahas maknanya.

Whatever pun, saya rela orang kata attitude anak saya teruk sebab di-spoil-kan dan dimanjakan terlebih-lebih oleh atok dan nenek mereka daripada saya kena tanggung sengsara seumur hidup apabila dapat call "..... sila tuntut anak anda di hospital sekarang....."

Tuesday, 4 January 2011

Those were the days.............

It's been a week my "mak-kucing" tak balik-balik rumah.And I've been wondering since then where have she been. She never leave the house even kalau I terlupa nak beli biskut untuk dia dua tiga hari sekalipon. I know she will crawl into the house through my kitchen window and songlap my left over foods. But now it's different. No more sound of kucing tergolek tiba-tiba at my kitchen sink and no more cat fur melekat-lekat at my kitchen window and no more gesel-gesel-kat-kaki-moment everytime I wash the dishes, no longer hear her sneezing outside the house (frankly I can feel my tear drop while I'm writing this....sob!sob!) 


Ooooowwwhh "mak kucing"....
Where have you been?
Leaving me without saying good-bye...
And I am starting to missed you badly each day, each night....
Ur both kitties also miss you too....


My mom said, kucing kalau nak mati dia akan mati jauh-jauh supaya tuan dia takkan tahu yang dia dah mati.... sampai hati you mak kucing... huwaaaaa.... leaving me without a word after seven years living together....




Once upon a time there was a tavern
Where we used to raise a glass or two
Remember how we laughed away the hours
And dreamed of all the great things we would do

Those were the days my friend
We thought they'd never end
We'd sing and dance forever and a day
We'd live the life we choose
We'd fight and never lose
For we were young and sure to have our way.
La la la la...
Those were the days, oh yes those were the days

Then the busy years went rushing by us
We lost our starry notions on the way
If by chance I'd see you in the tavern
We'd smile at one another and we'd say

Just tonight I stood before the tavern
Nothing seemed the way it used to be
In the glass I saw a strange reflection
Was that lonely woman really me

Through the door there came familiar laughter
I saw your face and heard you call my name
Oh my friend we're older but no wiser
For in our hearts the dreams are still the same

Those were the days my friend
We thought they'd never end
We'd sing and dance forever and a day
We'd live the life we choose
We'd fight and never lose
For we were young and sure to have our way.
La la la la...
Those were the days, oh yes those were the days

-Mary Hopkin


p.s. I'm still hoping she'll be back home one day!

Wednesday, 28 April 2010

Cerita Tentang Kucing Saya (My Cat Story)


Ceh…ceh… tajuk saya hari ini macam Jasmin nak buat karangan je kan?
Sebenarnya macam ni, selalu saya berfikir, whether I’m alone or with Jasmin or whenever my mr husband around or sometimes when I’m driving, or when I’m at home, tengah sapu sampah, tgh memasak atau tengah gosok baju suami saya! or even tengah mandi pun saya terfikir bila agaknya nak menulis sesuatu for my “mak-kucing” (actually she is my cat and I come out with that name because she gave birth every twice a year! *wink*wink)
To be details, she is actually someone else cat and I didn’t know which-moron-people yang sanggup buang kucing secantik & sebijak & segemuk dia. I remember the first day I saw her, she looks so takut-takut and suddenly terdetik-in-my-heart that I should keep her (eventhough that time I sedang ada 11 ekor(s) hamster di rumah but ended with “mak-kucing” eat all of ‘em! Sangat Kejam you “mak-kucing”!) but I don’t care. I pity her because she was found at my mom’s kedai and that time she’s alone and I am 100% sure she doesn’t have place to go, so I take her home. (I take her into my car and she is sitting quietly at seat behind,so like big-bos, except that she doesn’t know how to read, if kalau tak I akan provide her with newspaper! LOL!)
 My beautiful "mak-kucing"
 That time I was living in police quarters and my house was in 9th floor and I know it’s not really sesuai for me to have cat in the house (as for our past experience, our BLACKY (also a cat) pernah terjun dari tingkat Sembilan ke bawah; dengar gossip between my siblings, dia putus cinta dengan one of our house cat juga, syahdu….! Tapi tak mengapa, barang yang di lepas jangan di kenang)
Back to my “mak-kucing” story, she is actually such a smart cat I’ve ever had. You know lah kan, bila nak bela kucing, mesti kena ajar di mana dia akan poop, especially macam saya tinggal nun di atas langit, so my “mak-kucing’ ni tak ada masalah because in the morning after, I found out that she poop in the toilet. WOW! I was so amazed that time because I don’t have to teach her where to poop. (Kan saya dah kata awal2 tadi yang dia ni bijak) Kencing pulak dia akan duduk kat floor trap and syuuuuuu…. Even all her kittens pun akan buat benda yang sama (she is like a GURU!)
Syukur Alhamdulillah, my ‘mak-kucing’ has been living with me for the past of seven years and still maintain healthy and gebu (except that her sneezing-sydrome never last until now). 
I’ve known her before I met my husband and before Jasmin come to our live; and when I move out from my parents house, I bring her with me and until now she’s still living with us as one family and I know I always do love her, and Jasmin love her so much too…….

P/S: I've been living with cats since I was still a small kid and because it's a legacy from my mommy and she teach me (us) how to love cats. And for Jasmin, you also have to learn how to love  the cats and never ever hurt them kerana mereka juga adalah makhluk Tuhan (God's Creatures). 

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails